Sayang. Udara diwaktu muda, sudah tak bisa ku hirup lagi. Bersama keluarga ku sekarang,
Aku menjalani hidup yang tentram dan penuh kebahagiaan.
Semua orang pernah bermimpi. Tapi, apa jadinya jika kita hidup pada mimpi itu?
Alfian. Panggilan ku alfin. Sekarang usia ku sudah beranjak 35 dan aku sudah berumah tangga. Mengurus keluarga adalah sebuah petualangan yang paling berat jika kita menyadari nya.
***************************************************
Malam ini, ku gendong putra sulung ku yang berusia 6 tahun ke dalam kamar.
Ku buka pintu kamar anakku. Berwarna warni. Ku lihat kasur nya yang penuh dengan gambar micke mouse dan tom and jerry. Ku tidurkan anakku di atas ranjang dengan penuh kehangatan.
‘’ sudah ya nak. Ayah mau kembali ke kamar. Selamat tidur ya. ‘’ kataku kepada anakku. Tetapi, anakku memanggil namaku. Aku tahu dia ketakutan malam ini. Jadinya ku temani dia sampai dia tidur.
‘’ ayah..’’ Tanya anakku. ‘’ ya sayang? ‘’. ‘’ dongengkan aku satu cerita saja dong. Biar aku bisa tertidur.’’ Pinta anakku.
‘’ hemm. Ayah punya satu dongeng untukmu. Dan ini pernah terjadi sama ayah. ‘’ kataku.
‘’ wah benarkah? Ayoo ceritakan ceritakan!’’ paksa anakku.
Akhirnya ku mulai cerita dongeng yang nyata ini kepada anakku.
Saat aku berusia 16 tahun, ya. Aku seorang anak yang sering banyak memimpikan sesuatu.
Aku alfin yang berusia 16 tahun.
Suatu sore, aku yang masih bocah ini, menuju teras.
Dan ku lihat ayahku mengenakan kaos putih dan merokok dengan menikmati mentari sore saat itu.
Tak segan aku mendatangi ayahku.
Ku duduk di samping nya dan bertanya.
‘’ ayah. Apakah mimpi itu bisa jadi kenyataan?’’ Tanya ku.
Ayahku menaruh rokoknya di asbak. Dan tersenyum sambil menatap matahari sore.
‘’ Segala sesuatu, segala keinginan dan yang semua yang tercapai sekarang, berawal dari mimpi nak. Memang kenapa kamu bertanya seperti ini? ‘’ Tanya ayah ku.
Aku hanya menggaruk kepala. ‘’ habisnya, sepertinya aku terlalu banyak memimpikan sesuatu. Seakan yang aku mimpikan tak bisa aku dapat yah. ‘’ kecewa ku.
Ayah ku langsung mengusap usap rambutku. ‘’ hahaha anakku ini. Teruslah bermimpi. Tak salah kok. Tapi ingat, jangan jadikan mimpi mu sia sia. Karena ayah tahu, kamu pasti punya pencapaian nanti. ‘’ jawab ayahku.
Aku mengangguk angguk. Aku kembali kedalam kamar dengan penuh semangat. Seharian penuh aku berada di dalam kamar. Bermain dengan computer dan konsol game ku. Dan aku tak sadar sudah jam 10 malam. Aku pergi ke kamar mandi untuk sikat gigi dan mencuci muka. Terkadang, aku menatap kaca penuh embun di kamar mandi.
‘’ inilah aku.’’ Sepatah kata itu keluar dari mulutku di depan sebuah kaca yang kaku ini. Dikaca itu hanya ada sebuah lelaki suram berambut lurus yang sangat gondrong, putih pucat dengan mata biru. Sungguh sedih diri ku. Aku beranjak keluar kamar mandi dan mengenakan piyama merah ku. Kasur ku saja bahkan tak pernah rapi. Jadi aku hanya lompat ke kasur ku tanpa merapihkan terlebih dahulu.
Langit dikamar ku, sepertinya tak bernuansa apapun. Tatapan kosong ku tak berisikan harapan yang berarti. Aku hanya bisa bermimpi dan bermimpi. Aku berharap aku bisa jadi berguna. Aku menggaruk garuk kepalaku. Dan aku tiba tiba mengantuk. Sedikit demi sedikit aku menutup mata. Hampir menutup mata.
*****************************************************
Tiba tiba ku dengar suara ledakan yang sangat keras. ‘’BOOOOM!!’’ dan teriakan dan jeritan ratusan orang. Reflek dan aku segera berdiri. Apa yg terjadi? Aku tadi di kasur
Aku tak bisa mengontrol nafasku. Emosi ku bahkan kesadaran ku.
‘’ AHH BANGUN! BANGUN! AKU TAK MAU ADA DISINII!’’ berkali kali aku menampar pipiku. Dan aku memegang kepalaku. Aku tak percaya aku bermimpi seperti ini. Dan ini seperti nyata.
Terdengar suara jeritan satu orang perempuan. Aku melihat dari celah batu.
‘’ aku mohon jangan bunuh aku! Aku mohoon! ‘’ tetapi bandit itu masa bodoh. Dia menodongkan senjata nya ke arah perempuan itu.
Aku hanya merinding ketakutan melihat nya. Aku tak bisa berbuat apa apa. PENGECUT SEKALI DIRIKU! Aku hanya gregetan dengan kemarahan yang luar biasa.
Namun, aku terbayang kata kata ayahku. Terlintas di pikiran ku..
salah satu syarat jika kamu ingin menjadi orang yang sukses, lampiaskan amarahmu menjadi tindakan yang bermanfaat..
Aku menghela nafas panjang. Aku melompat dari batu itu dan berlari kearah bandit itu. Perempuan itu berhenti menangis ketika melihatku berlari ke arah nya. Aku berlari sangat kencang dengan penuh amarah.
‘’ HEI LELAKI BERGOLOK IMUT!’’ si bandit melihat kearah ku ketika aku berteriak. Ketika bandit itu ingin menebas ku dengan goloknya, aku menghindar ke belakangnya dan ku melompat kearah kepala nya. Aku menunggangi nya sehingga dia lepas kendali. Namun dia berontak. Bersusah payah aku menutup hidungnya dengan piyamaku ini. Akhirnya, aku berdiri di pundaknya, aku melompat berputar 360 derajat dengan ending, aku menendang kepala nya hingga dia tersungkur.
aku memberikan tangan ku kepada si perempuan itu.
‘’ kamu tak apa apa? ‘’ tanyaku. Perempuan itu menangis tak percaya.
‘’ terima kasih. Sungguh terima kasih banyak! Aku tak bisa percaya aku selamat.. ‘’ kata si perempuan itu.
Aku hanya tersenyum seakan aku heroik di depan nya.
‘’ sebaiknya kita cari tempat persembunyian dulu. Tak aman disini. ‘’ kataku.
‘’ iya. Kita masuk saja kedalam kerajaan ku melalui pintu belakang. ‘’ kata perempuan itu.
Kerajaan?! Jadi ini kerajaan perempuan ini. Aku seenggaknya tidak percaya kalau perempuan ini adalah salah satu penghuni dari kerajaan.
Perempuan itu menarik tangan ku dan berjalan melurusi kobaran api dan asap di langit langit malam. Kita tiba di depan pagar berbesi kuat di belakang kerajaan. Dan ada pengawalnya sedang menunggu kehadiran si perempuan ini. ‘’ nyonya cepat masuk! ‘’ kata pengawalnya.
Namun pengawalnya mengira seperti nya aku salah satu dari bandit itu.
‘’ nyonya, siapa dia? ‘’ dia menatap ku sinis dan sepertinya dia sudah mulai siap menyerangku. Jantung ku juga berdebar debar seakan aku memasuki daerah kepresidenan dan diperiksa oleh metal detector.
‘’ lelaki ini yang menyelamatkan ku dari para bandit itu. Biarkan kami berdua masuk. ‘’ kata perempuan itu.
***********************************************
Pengawal itu mengangguk dan angkat senjata. Kami berdua memasuki kerajaan itu. Kulihat pintu kerajaan itu terbuka.
Dan didalam, bernuansa seperti tahun 20 an dan bahkan seperti jaman king Arthur. Dengan nuansa tangga tangga nya, pakaian para pengawalnya. ‘’ ini baru ruang belakang. Gimana di ruang utama nya ya.’’ Pikiranku tak jernih. Ku lihat ada seorang lelaki sedikit tua berlari kearah perempuan ini. Dan lelaki itu langsung memeluk nya.
Perempuan itu langsung menangis nangis di pelukan lelaki itu. Seperti di drama drama meksiko. Pahlawan hanya menatap dengan tatapan menang.
Setelah adegan itu, perempuan itu angkat bicara. ‘’ ayah, kenalkan lelaki ini. Dia yang menyelamatkan ku dari bandit yang mencoba membunuhku tadi. ‘’
Disinilah aku seperti nya tinggi hati. ‘’ aku kira lelaki ini salah satu bandit yang sukses kamu tangkap tadi. ‘’ kata lelaki itu sambil tertawa.
‘’ apa piyama merah ku ini belum cukup cool untuk menjadi bandit? ‘’ kataku dengan
Lelaki dengan mahkota itu dan pakaian resmi nya yang sangat ribet, menghampiri ku, dan dia meraih tanganku dan sujud di depan ku.
‘’ terima kasih sekali tuan. Anda menyelamatkan putri saya. Sungguh saya berterima kasih. ‘’ ucap lelaki itu.
‘’ ya tak apa apa. Aku melakukan itu juga dengan kemampuan pas pas an ku. ‘’ rendah diriku.
Lelaki itu beranjak bangun. Dia memanggil ajudannya.
‘’ Edward, berikan kami jamuan untuk malam ini. ‘’ perintah nya.
Jamuan?! Yes! Kebetulan aku juga lelah menghirup udara kotor diluar.
‘’ mari. Makan malam bersama kami. ‘’ tawar lelaki itu.
Perempuan itu juga memberikan sinyal dengan kedipan mata. Kalau dia menyuruhku menjawab tawaran itu.
‘’ tentu saja saya ikut tuan. ‘’
Kami pun beramai ramai menuju aula jamuan.
**********************************************
Dua pengawal itu membuka pintu aula yang sangat besar.
Melihat kedalam, seperti aula di Hogwarts.
Aku duduk di meja emas dengan makanan ayam kalkun, daging sapi bakar dan lainya dengan aroma yang berbeda beda. Akhirnya kami beramai ramai memulai jamuan pada malam ini.
Di tengah tengah acara makan, perempuan itu bertanya kepadaku yang sedang asik menikmati makanan dengan
‘’ sebenarnya, kamu berasal darimana? ‘’ Tanya dengan heran.
Tiba tiba semua langsung menatapku. Aku hanya terdiam.
‘’ err, aku tidak darimana mana,, dan aku tak tahu aku dimana.. ‘’
Perempuan itu langsung menjawab, ‘’ apa kamu tak punya rumah? Kamu punya keluarga? ‘’
Aku jawab, ‘’ rumah ku di lippo karawaci tangerang. Pernah dengar? Keluarga ku disana semua. ‘’
Mereka heran dengan jawaban ku.
‘’ pasti rumah mu sangat jauh ya. ‘’ kata lelaki sang raja itu. Aku hanya mengangguk angguk.
‘’ anyway, perkenalkan. Nama ku valerina. ‘’ kata si perempuan itu.
‘’ aku gonward. Aku penerus tahta kerajaan disini setelah ayahku. ‘’ kata lelaki itu.
Mereka menyapaku dengan hangat.
‘’ namaku Alfiansyah. Maaf ya kalau aku nyasar kesini. ‘’ kataku.
Kami tertawa tawa bersama disaat makan. Sesekali kulihat juga valerina menatapku dengan senyum. Aku juga terkadang jadi salah tingkah disaat ku menyadarinya.
Di tengah tengah acara makan, kami mendengar suara terompet dari luar. Aku dan gonward segera menuju jendela dan melihat keluar.
‘’ gonward! Lihat saja nanti! Kerajaan kalian akan jatuh ke tangan ku pada saat penyerangan berikutnya! Hahahaha! ‘’
Pasukannya bergerak mundur dan membawa mayat mayat pasukannya yang telah tewas.
Gondward hanya diam melihat keadaan itu.
‘’ helward..‘’kata gonward.
‘’ helward? ‘’ Tanya ku.
‘’ biar aku jelaskan.. ayo kembali dulu ke meja makan. ‘’kata gonward.
Kami pun bergerak kembali ke meja makan. Kulihat wajah valerina penuh dengan ketakutan.
‘’ ada apa dengan helward memangnya? ‘’ Tanya ku.
Gondward memajukan kursi nya dan menaruh tangan nya diatas meja.
‘’ hmm. Helward itu saudara ku. Bias juga disebut Kakak ku. Setelah ayahku meninggal, ternyata tahta di serahkan kepadaku. Helward membangkang atas pemberian tahta ini. Pada akhirnya, dia mencoba membunuhku. Tetapi semua siasatnya gagal, dia pergi dari sini dan membuat kerajaan baru disana dengan tujuan meruntuhkan kerajaan ini. ‘’ jelas gonward.
Aku terdiam sejenak. Dan kembali bertanya,
‘’ jadi, selama ini, kalian hidup sembari di serang oleh kerajaan dia? ‘’
Gonward tersenyum mendengar pertanyaan ku.
‘’ itulah mengapa kami protektif disini. Jujur, kami juga tadinya mencurigai mu. ‘’ jawab gonward.
‘’ emm. Jadi selama ini kalian belum pernah kedatangan tamu.. namun tampaknya, jika kalian juga tak bisa memberikan perlawanan, sama saja kalian memberikan peluang untuk mereka menyerang terus yakan? ‘’ Tanya ku.
valerina dan gonward terlihat gelisah dengan pertanyaan ku.
‘’ heavenville tidak punya strategi untuk menyerang hellville. ‘’ kata valerina.
Kami beramai terdiam berfikir sejenak. Dan memang, mungkin kerajaan heavenville juga memang terbuat untuk bertahan. Aku juga heran kenapa mereka masih tetap awet setelah berkali kali di serang.
‘’ sebaiknya kita sudahi malam ini. Kita bersiap siap untuk besok pagi. ‘’ kata valerina.
‘’ besok pagi? ‘’ tanyaku.
‘’ iya. Kita rutin melatih prajurit setiap pagi. ‘’ kata gonward.
Mereka melatih prajurit. Tetapi tak digunakan untuk menyerang. Aneh sekali.
‘’ Alfin, kamu tidur di kamar sebelah valerina ya. Sebaiknya kita juga semua beristirahat. Jamuan selesai malam ini. ‘’ kata Gonward.
**********************************************
Valerina mengatarkanku ke kamar melalui koridor yang sunyi.
‘’ ini kamarmu. Di sebelah kamar ku. Jadi kalau kamu perlu sesuatu, ketuk saja ya kamarku. ‘’ kata valerina.
Aku hanya mengangguk segan kepadanya.
Sebelum valerina membuka kamar nya,
‘’ valerina..’’
‘’ ya alfin? ‘’
‘’ terima kasih ya. Berkat kamu, aku bisa bermalam disini untuk sementara.. ‘’
‘’ aku kok yang harus nya berterima kasih karena diselamatkan oleh kamu. Lagipula kita jarang menerima tamu. Jadinya kami juga senang menerima kamu. ‘’ valerina sangat ramah menjawab kepadaku.
‘’ terima kasih ya. Selamat malam rina. Besok bangunkan aku ya jika kamu sudah bangun. ‘’
‘’ tentu! Sekarang tidur ya. Selamat malam alfin. ‘’
Kami berdua beranjak ke kamar masing masing dan mengakhiri malam ini.
***********************************************
Ku dengar seseorang mengetuk pintu ku. Disaat ku bangun, memang sudah pagi hari. Aku beranjak bangun dari kasur ku yang elit itu. Entah tidak ada sisir, jadi rambut ku masih berantakan. Ku buka pintu kamar ku. Oh ternyata ada valerina yang menunggu di depan kamar.
‘’ Selamat pagi Alfin. Bagaimana tidur mu? Nyenyak? ‘’ Tanya nya.
‘’ haha iya nyenyak sekali. Kamu bagaimana? ‘’
Jessica juga nampaknya pun baru bangun dari tidur nya. Pagi hari disana sungguh panas. Beda dengan pagi hari dimanapun. Namun itu membuat aku sungguh bersemangat. Setelah kami berbasa basi, Jessica mengajakku untuk sarapan kebawah.
Aku, Jessica, dan Gonward sarapan di aula jamuan.
Makanan yang disediakan sepertinya terlalu berlebihan untuk sekedar sarapan. Namun apapun itu, makanan seperti ini pasti dibutuhkan untuk memperkaya energi lemak untuk berperang.
Di tengah tengah sarapan, aku menyela pembicaraan.
‘’ Gonward, boleh aku melihat sedikit latihan para prajurit mu? ‘’
Gonward menaruh sendok nya di atas piring dan mengelap tangan.
‘’ sekarang juga boleh. valerina Nampak nya pun ingin berlatih memanah hari ini. ‘’ kata Gonward. Dan valerina tersenyum mengangguk.
Akhirnya kami bertiga menuju lapangan tempat latihan.
Sesampainya kami disana, aku melihat lapangan itu sepertinya sangat lengkap fasilitas nya.
‘’ inilah tempat kita sehari hari berlatih. ‘’ kata Gonward.
Aku terdiam memperhatikan sekeliling tempat itu.
valerina langsung berlari ke tempat pemanah. Gonward pergi ke tempat pedang untuk berlatih. Dan aku? Aku menonton duduk di tengah tengah mereka. Membosankan!
valerina mahir memanah. Ku lihat berkali kali tembakan nya mengenai hampir titik merah tengah. Gonward, sibuk melatih prajurit nya. Prajuritnya tak bisa menghindari pedang Gonward. Tak ada semangatnya.
Didalam pikiran ku, ada niat untuk mencoba sedikit. Ku bangun dari duduk ku dan menghampiri Gonward yang sedang asiknya mencupui pasukannya.
‘’ Gonwaard. Boleh aku mencoba latihan pedang bersamamu? ‘’ Tanya ku dengan gugup.
Gonward tertawa melihat aku bertanya. valerina bahkan langsung menghampiriku ketika aku bilang begitu.
‘’ ambil pedang di box
Ku langsung menuju box itu dan mengambil salasatu pedang yg ada di situ, dan aku berlari kembali menghadapi Gonward.
‘’ valerina, pasangkan Alfin pelindung. ‘’ perintah Gonward.
Dengan cepat, valerina langsung memakaikan aku baju pelindung dan sarung tangan. Wajah nya sangat khawatir ketika mengenakan aku pelindung ini. Tetapi aku bersemangat sekali untuk mencoba hal ini.
‘’ kamu yakin ingin mencoba ini? ‘’ kata Jessica.
‘’ tentu saja! Sesekali aku mencoba bermain pedang ‘’
valerina terdiam.
‘’ Tolong hati hati ya Alfin. Jika kamu tak sanggup, kamu boleh menyerah. ‘’ kata valerian.
Aku bergerak menuju Gonward dengan pedang pertama ku yang sangat panjang dan berat. Aku butuh nafas lebih kuat untuk mengayunkan pedang ini. Di tengah tengah, sudah ada Gonward yang menunggu dan para prajuritnya menonton mengelilingi lapangan.
Aku berdiri di depannya. Melemaskan tangan ku.
Gonward biasa saja berdiri dan sepertinya dia meremehkan ku.
‘’ Tenang saja Alfin. Tak sesusah yang kamu kira. ‘’ kata Gonward.
Aku merenggangkan tangan ku. Ku lihat pedangku bersinar dengan pantulan matahari. Ku bisa merasakan aura ksatria dari dalam jiwaku.
‘’ siap? ‘’kata gonward
‘’ aku siap. ‘’alfin membalas
*****************************************************
Gonward mulai memutari diriku dan tersenyum sinis. Ku tatap dia dengan penuh keseriusan.
‘’ Sudah mulai takut? ‘’ kata Gonward.
‘’ haha. Belum. ‘’alfin membalas
Dia terus memutari ku. Inilah yang namanya shock therapy untuk melawan musuh. Tiba tiba Gonward mencoba menyerangku dari samping. Dan ku tahan dengan pedangku dan aku hampir hilang kendali. Sial! Ku dengar jeritan valerina dari pinggir. Ingin aku berkata aku tak apa apa tapi sulit untuk berbicara sekarang!
Ku dorong pedangnya dari pedangku dan aku berdiri kembali. Ku buang ludahku ke tanah dan aku mencoba untuk lebih serius.
‘’ bagaimana? Sudah mulai cape? ‘’ sindir Gonward.
‘’ ah tidak. Aku masih menilai gerakan mu tadi. ‘’balas alfin
Prajurit prajurit itu tertawa mendengar jawabanku. Ini yang namanya provoking. Untuk memancing emosi musuh untuk hilang keseriusan.
Berkali kali Gonward berusaha menembus pertahananku. Tapi berkali kali juga ku tahan pedangnya. valerina tambah takut didalam keadaan itu.
Aku dan Gonward sama sama berhadapan dan saling memutar. Ku lihat tatapan tajamnya dari mata. Aku ingat sekali. Ingat! Cara menghindari golok dari bandit kemarin malam. Aku mencoba ingat. Ingat..
Dan secara langsung Gonward loncat dan menebas dari atas. Reflekku, aku langsung menghindar dan segera bergerak ke belakang. Ku tebas bagian bawah tapi Gonward melompat. Dan dia terus menebas dari atas. Aku mendapatkan titik terang.
Ku tunggu Gonward menebas dari atas. Dan, langsung Gonward mulai meloncat, dan lebih tinggi! Haha. Aku meng Slide dibawah loncatan Gonward menuju ke belakangnya, Gonward kaget aku seperti itu. Akhirnya disaat Gonward mendarat dan mencoba menebas, ku sikut punggung nya dan dia tersungkur. Ku todong pedang ku kearah nya. Serentak, para prajurit itu bertepuk tangan dan bersorak sorak. valerina pun meloncat loncat bahagia melihat ku.
Selesai sudah. Ku raih tangan Gonward untuk berdiri. Gonward tersenyum kalah melihat aku berdiri diatas nya.
‘’ ternyata kamu professional juga mengunakan pedang ya. Haha aku mengaku kalah! ‘’ kata Gonward
‘’ ah ini beginners luck. Kau lebih jago sesungguhnya. ‘’
****************************************************
Kami bertiga duduk di tempat lapangan. Kami asyik mengobrol dan berbincang bincang tentang masing masing. Dan tiba tiba, Gonward memulai topik pembicaraan yang sangat menarik. Iya. Menarik.
‘’ hei valerina. ‘’ kata Gonward sambil mengelap pedangnya.
‘’ ya?
‘’ kamu tak cari calon suami? ‘’ kata Gonward.
Minuman yang dituangkan sedikit tumpah karena valerina kaget. Dan itu tumpah kearah ku.
‘’ ah Alfin maaf. Aku tak sengaja! Ayah ngapain sih bertanya seperti itu! ‘’ kata valerina sambil mengelap baju ku.
‘’ mungkin Gonward khawatir tentang mu rina.
‘’ haha nah iya betul kata Alfin. ‘’ aku dan Gonward bertosan.
Wajah valerina langsung me merah.
‘’ kalau sosok pelindung, mungkin aku akan punya. Dan itu aku akan jadikan calon suami untukku. ‘’
‘’ wah siapa? ‘’ Tanya aku dan Gonward.
‘’ ayah akan tahu kok. ‘’ Senyum valerina.
Hujan. Aku, Gonward dan valerina beranjak masuk ke dalam istana.
******************************************************
Aku termanggu memerhatikan titik hujan. Bagaimana cara aku bisa pulang? Tapi, aku tak ingin pulang.. aku ingin bersama mereka. Tapi aku punya keluarga dan masa depan..
Tiba tiba Gonward menepuk pundak ku. Dia membawakan dua cangkir teh hangat untuk ku.
Kami duduk berdua. Dan berbincang.
‘’ Alfin. ‘’
‘’ ya Gonward?
Gonward menaruh cangkirnya.
‘’ apa kau keberatan untuk tinggal disini? ‘’
Ku rangkul pundaknya Gonward.
‘’ Tentu saja tidak. Aku akan membantu kalian mengurus kerajaan. Tenang saja. ‘’
Gonward termanggu sesaat.
‘’ Alfin. Kau tahu valerina sepertinya menyukai mu? ‘’
Aku tersendat minumanku. Secara ku kaget dan bertanya lagi.
‘’ hah? Masa iya? Dia biasa biasa saja sepertinya kepadaku. ‘’
Gonward mengambil minumannya lagi.
‘’ kau tahu, valerina akhir akhir ini risih akibat penyerangan dari Hellville. Dia menjadi pendiam dan sering menangis. Tapi semenjak ada kau datang, dia bisa tersenyum lagi. Karena dia jarang mendapat kasih sayang dan perhatian yang layak. ‘’ curhat Gonward kepadaku.
Sejenak aku berpikir.
‘’ jika perang ini berakhir, mungkin dia dan kerajaan akan hidup lebih makmur. Dan bahkan tanpa ada terror. Iya
Gonward sedikit mendapat pencerahan dari jawabanku tadi.
‘’ Bagaimanapun, kita harus membuat strategi penyerangan untuk ini semua. ‘’
Aku beranjak bangun dari duduk.
‘’ Serahkan saja padaku. Aku bisa membuatkan mu strategi. ‘’ senyum aku kepada Gonward.
‘’ wah. Darimana kamu belajar menyusun strategi? ‘’
‘’ setidaknya aku sudah mencoba game strategy. Tenang saja. ‘’
Gonward heran mendengar jawabanku.
‘’ hemm ya sudah aku serahkan strategi peperangan kepadamu. ‘’
******************************************************
Pada malam hari, ku kumpulkan para prajurit untuk berkumpul menyusun strategi. Ku buatkan api unggun sebagai penghangat dan kertas besar dan pena tinta untuk menggambar.
Berdasarkan informasi dari penduduk, di tebing itu sering ada bandit penyelinap. Jadi ku siapkan berbagai bentuk jebakan untuk bertahan.
Dan penyerangan ku ciptakan dari tiga arah. Belakang, kiri dan kanan. Jadi, pasukan yang dibelakang tak usah maju. Tunggu sampai pasukan Hellville menyerang, pasukan kiri dan kanan turun dan mengepung mereka dari depan dan belakang. Dan strategi menyerang lainnya.
Malam itu penuh dengan perencanaan untuk memenangkan perang ini. Ku liat Gonward juga sepertinya setuju. Baiklah, kami sepakat untuk mengoprasikan Strategi ini besok. Kami pun semua beranjak istirahat karena sudah malam.
*******************************************************
Disaat di depan kamar ku, ada valerina yang sedang duduk terdiam.
‘’ valerina? Kamu sedang apa? ‘’ tanya ku.
valerina kaget melihat sosok ku yang datang tiba tiba.
‘’ ah aku tidak apa apa. Aku khawatir kalau kamu belum tidur sebelum aku tidur. ‘’ jawabnya.
Aku tersenyum untuknya.
‘’ aku tak apa apa rina. Ya sudah sekarang kita tidur ya. Besok akan ada rencana besar besaran.’’ Kata ku.
valerina tersenyum. Dan ketika aku hendak membuka pintu kamar, valerina memanggil.
‘’ Alfin. Alfin. ‘’
‘’ ya valerina? ‘’
valerina sedikit gugup kelihatannya. Aku tak membayangkan dia ingin bertanya apa.
‘’ Besok kamu ingin sarapan apa? ‘’ Tanya valerina.
Hei seumur hidup ku, aku tak pernah bertemu wanita yang begitu peduli terhadap ku.
‘’ wah apa saja deh. Makanan kamu
valerina memikirkan sesuatu.
‘’ bagaimana kalau pie cherry? Kamu suka yang manis manis
‘’ hemm ya sudah. Sepertinya itu enak. ‘’
Akhirnya valerian membuatkan aku pie Cherry. Aku bahkan belum pernah memakan itu. Kami berdua pun beranjak tidur.
Aku menatap langit langit kamar. Apa memang aku harus BENAR BENAR tinggal disini? Aku tahu mereka membutuhkan ku. Tapi, keluarga ku pasti sangat mencemaskan ku. Apa aku harus jujur kepada mereka?
valerina. Aku tak mau dia tambah sedih jika aku pergi. Bagaimana pun, aku harus selesaikan perang ini. Lalu aku bisa pulang.
*******************************************************
Keesokan paginya, aku tak mendengar ada suara valerina seperti kemarin kemarin. Jadi aku beranjak turun dari kamar melewati koridor sepi di istana itu.
Sesampai nya aku diruang tengah, ku lihat Gonward sedang menangis kesal dan dikerumuni para prajurit. Aku pun berlari ikut kedalam suasana.
‘’
Gonward memperlihatkan
Hai saudara ku Gonward
Tenang saja. Putri sulung mu berada di tangan ku sekarang.
Oh. Jangan khawatir. Dia ada di balik jeruji besi ku sekarang.
Lihat. Dia menangis menyebut nama mu. Dan, siapa Alfin?dia hanya menyebut nama itu!
Hei saudaraku. Jika kau ingin putri mu kembali, kita selesaikan dengan perang. Jika kau menang, kau ambil putri mu dan kerajaan ku. TAPI jika kau kalah, enyahlah kau dari sini. Ku bakar rakyat mu! Ku tunggu pasukan mu 2 hari lagi diantara heavenville dan Hellville.
Ku remas kertas itu. Aku tak sadar air mata ku datang dan emosi ku tak terkendali.
‘’ Gonward, siapa yang membiarkan valerina keluar?! ‘’ teriak aku.
‘’ dia izin untuk memetik Cherry tadi pagi sebelum kau bangun. Sungguh ini kesialan untuk kita! ‘’ jawab Gonward.
Cherry.
Ini semua salahku. Ya. Ini salahku.
Andai aku tak meminta pie cherry. Dia tak akan keluar. valerina, maafkan aku. Sungguh maafkan aku!
Dan lihat, aku akan bertanggung jawab untuk ini semua!
‘’ Gonward, siapkan pasukan mu di lapangan latihan! ‘’ perintah ku.
*******************************************************
‘’ kalian lihat apa yang terjadi sekarang? Kita diambang perang! Putri raja pun di sandera untuk jaminan ini. Apa tanggapan kalian? Kalian mau menyerahkan semua keringat dan rakyat kalian kepada mereka? Mereka menginginkan kerajaan kita! Yang kita butuhkan sekarang adalah patriotisme. Jiwa dan rasa patriot. Kalianlah yang terpilih sekarang. 2 hari menuju
Ku lihat, tak satu pun dari mereka yang meninggalkan lapangan ini. Mereka terlihat sangat emosional akibat omongan ku.
‘’ angkat senjata kalian tinggi tinggi. Ini adalah tanah kalian. Darah kalian. Dan mereka juga milik kalian! ‘’
Mereka semua bersorak berteriak. Semangat nya membakar suasana. Jelas, mereka sangat siap berperang.
Pada malam hari, ku lihat para prajurit latihan dengan keras. Mereka berkeringat dan tak takut mati. Aku sedang mengelap pedangku dan pelindung yang diberikan valerina.
Tiba tiba, Gonward datang menghampiriku.
‘’ Alfin. Bisa ikut aku ? ‘’
Aku beranjak bangun. Dan aku mengikuti Gonward.
Aku menuju sebuah kandang. Yang sedikit besar jika itu di bilang ‘kandang’.
Gonward membuka kandang itu. Gonward menyuruhku masuk kedalam.
Ku dengar suara, seperti kuda. Iya. Kuda.
Seekor Kuda putih. Tanpa ada cacat sedikitpun di tubuhnya. Sangat besar. Ku lihat kaki nya begitu bersinar. Seakan dia mempunyai kecepatan yang sangat cepat.
‘’ Alfin. Tunggangilah kudaku. ‘’ kata Gonward.
‘’ ini kudamu? Sungguh perkasa! ‘’ takjub aku.
Gonward menghampiri kuda itu. Dan menjinakkan nya untuk ku. Beberapa langkah, kuda itu menghampiri ku. Dan mengendus endus badan ku. Sesekali ku usap kepalanya. Dia begitu hangat.
*******************************************************
‘’ kuda mu sangat menawan!’’ kataku.
Gonward menepuk pundak ku.
‘’ maafkan aku. Aku tak bisa memimpin perang lagi. ‘’
Aku terdiam kaget. Aku tak percaya Gonward berbicara seperti ini.
‘’ kenapa? Hei Gonward, kau yang paling kuat. Kau yang paling mengerti caranya memimpin. Mengapa kau memutuskan untuk begini?’’
Gonward berbicara keras kepadaku.
‘’ Alfin, aku sudah tua! Jika memang aku kuat, kau lebih kuat dariku. Karena kau satu satu nya orang yang bisa mengalahkan ku! Itulah karena aku percaya padamu Alfin.. ‘’ jelas Gonward.
Aku, menundukan kepalaku. Apa mungkin ini takdir untuk ku?
Gonward, melepas sebuah kalung yang di pakainya. Itu berbentuk sebuah pedang. Pedang kecil. Dan dia memakaikannya untuk ku.
‘’ Alfin. Kalung ini, dibuatkan oleh Jessica untukku. Dan, kau akan memakainya sekarang. ‘’ sambil Gonward memakaikan nya kepadaku.
‘’ mengapa aku memakai ini? Kalung ini
Gonward. Mundur sejenak, dan berkata.
Karena kamu pemimpin perang sekarang..
Aku. Seseorang yang tidak berguna dan menyedihkan. Diutus seorang raja untuk memimpin perang?!
‘’ tolong. Terima keputusan ini Alfin. Aku percaya kepadamu dalam memimpin. Tolong. Gantikan aku. ‘’
Aku mengangkat kepalaku dan tersenyum. Layaknya aku berbicara antara dua lelaki.
‘’ baiklah serahkan padaku. Aku lakukan ini demi valerina. Dan aku berjanji akan membawa pulang diri nya. ‘’
Gonward tersenyum mendengar perkataan ku.
‘’ jadi, mau diberi nama apa kuda ini? ‘’ Tanya Gonward.
‘’Kuda pun perlu di beri nama? ‘’
‘’ Kuda juga punya perasaan. Dan dia juga akan lebih mengerti jika kita memanggil nama nya daripada sekedar memanggil kuda. ‘’
Aku berpikir.. nama yang bagus untuk teman baru.
‘’ Whitehearnest. Ya. Kuda ini Whitehearnest. ‘’ jawabku.
Gonward heran sekali dengan nama nya.
‘’ namanya aneh. Tapi ya sudah. Percayakan saja kepada kuda ini.’’
Akhirnya, aku dan Gonward kembali ke dalam istana. Untuk mempersiapkan diri untuk perang besok.
*******************************************************
Aku hanya terdiam di atas kasur di istana ini. Dan di pikiran ku hanya memikirkan keselamatan valerina semata. Karena memang sebagian besar kesalahan berada padaku. Ku kepalkan tangan ku. Kekesalan dan kebencian bergejolak pada perasaan ku.
‘’ Hellward. Kau akan mati besok. ‘’ sumpah kepada diriku.
Langit langit di kamar hanya sebuah atap dan lampu gantung. Tak ada yang menarik. Ku miringkan kepalaku ke kiri. Ku lihat, diatas meja kecil itu, ada sebuah bunga mawar. Bangunlah aku dari kasur ku. Ku ambil mawar merah itu. Dan, secarik kertas itu melayang jatuh dari tangkai bunga tersebut.
Alfin, setangkai mawar merah ini untuk menemani mu tidur..
Jangan lupa sarapan ya dibawah besok pagi!
Aku akan membuatkan mu sarapan untuk pertama kali.
Selamat tidur ya ksatria ku..
valerina
valerina, maafkan aku jika aku tak bisa melindungi mu. Percayalah, Aku akan menjemputmu besok. Akan kunyatakan semua nya pada mu apa yang aku rasa.
Ku simpan
‘’ valerina, berilah aku semangat di
Aku kembali ke kasur ku. Ku akhiri malam ini.
*******************************************************
Ku lihat matahari mulai menembus jendela istana. Ku segera bangun dari kasur ku dan menuju tempat latihan.
Ku lewati koridor sunyi itu tanpa ada sosok valerina sama sekali. Dan, sangat hampa rasanya. Ku tatap pintu kamar nya. Yang selalu ada menungguku sebelum tidur. Tapi sosok itu menghilang. Dan aku akan membawa pulang dia kembali.
Sesampai nya aku di tempat latihan, ku lihat para pasukan ku sudah siap dengan pakaian pakaian tempur nya. Dengan senjata lengkap dan mereka memandikan kuda mereka.
Kulihat Whitehearnest sedang duduk tenang menantiku untuk menungganginya. Sesekali ku usap kepala nya dengan bulunya yang sangat halus.
‘’ kau siap untuk ini, whitehearnest? ‘’ dengan tatapan semangat ku.
Tiba tiba ku lihat Gonward keluar dari istana, dan membawa sebuah sarung pedang, yang sepertinya sangat panjang. Dia melambaikan tangannya untukku.
Dia menghampiriku yang sedang menyemangati kudaku.
‘’ Hei, pagi Alfin. ‘’ sapanya. Dan aku pun menyapa nya.
Gonward, membuka sarung pedangnya. Dia menarik sebuah pedang dari sarungnya. Sangat putih dan bercahaya.
‘’ Pedang yang sangat bagus Gonward. Mau di tempa? ‘’ kataku.
Gonward, memberikan senyuman kepadaku.
‘’ Pedang ini adalah pedangku disaat perang perang terdahulu. Gunakan pedang ini untuk keselamatan mu, Alfin. ‘’ kata nya.
Diletakkan pedang itu di kedua tangan Gonward. Dan dia menyerahkan pedang itu padaku. Dengan penuh kepercayaan.
‘’ Semoga tuhan bersama mu. ‘’ doa Gonward kepadaku.
Ku angkat pedang itu tinggi tinggi dan bersinar dibawah cahaya matahari.
‘’ Terima kasih Gonward. Akan ku bawa putri mu dengan selamat. ‘’
Gonward memelukku. Aku tau, rasanya seorang ayah yang kehilangan putri sulung nya.
‘’ aku mohon. Bawa dia pulang untukku.. ‘’ Tangis Gonward di depan ku.
Ku tenangkan dia. Aku bilang bahwa semua nya tidak akan apa apa. Percayakan kepadaku dan para pasukan. Pagi itu, penuh dengan persiapan perang. Para prajurit pun, bergerak ke
Perlahan ku lihat, gerbang pintu kerajaan heavenville terbuka. Makin terbuka. Dan terbuka. Sudah ada gurun pasir terbentang luas dan matahari yang sangat terik. Ku pecut kuda ku. Aku dan para prajuritku, maju dan bergerak perlahan. Kita mulai menapak makin jauh dari istana. Ku lihat ke belakang, Pintu tertutup perlahan. Dan ada gonward diatas kastil sedang mengamati kami para prajurit menuju
Inilah takdir ku. Untuk memenangkan pertarungan ini.
*******************************************************
Aku, dan para prajurit ku sudah tiba di tengah tengah
‘’ kalian lihat dari sini, terlihat istana yang besar bukan? Kalian menginginkannya
Prajurit ku beramai ramai berteriak. Seakan memberitahu kepada pasukan Hellville, kita telah tiba.
Dari kejauhan, aku sudah bisa melihat. Kumpulan para pasukan Hellville menapak pelan ke arah kami. Pasukan kami kalah jumlah. Mereka membawa artillery, pasukan kuda dan ksatria tombak. Tapi itu tak menjadi penghalang bagi kami.
*******************************************************
Fokus. Perlahan. Mereka menaikan kecepatan mereka. Mereka, pelan pelan, mereka sudah mulai berlari ke arah pasukan ku. Dentuman kaki mereka terdengar bergemuruh. Mereka berlari dan ingin menerobos pasukan ku. Teriakan pasukan mereka sangat keras. Mereka berlari menyerang kami dari kejauhan.
Aku mengambil nafas panjang. Beberapa puluh meter lagi, mereka sampai untuk menyerang ku.
Semakin dekat.. semakin dekat.. semakin keras dentuman itu..
Ku teriak dengan lantang.
‘’ ARCHER! SERANG MEREKA! ‘’
Ku angkat pedangku di depan pasukan ku. Ku tarik leher Whitehearnest dan ku pecut.
‘’ HEAVENVILLE, SERANG MEREKA! ‘’
Kami serentak maju beramai ramai. Kurasakan kecepatan Whitehearnest yang begitu kencang. Puluhan kuda di samping kiri kanan ku, tertinggal oleh whitehearnest. Ku acungkan pedangku ke depan, dan siap menerobos mereka. Jantung ku berdebar sebar seiring kekuatan Whitehearnest yang begitu cepat.
Semakin dekat kepadaku. Mereka berteriak untuk menyerang. Pikiran ku begitu kosong. Seakan aku tak mementingkan apa apa lagi. Ku lihat kapten mereka. Ya. Di depan ku.
Ku percayakan Whitehearnest dapat menembus mereka.
Perlahan.. perlahan.. pedang yang sangat tajam itu makin mendekati ku.
‘’ Whitehearnest, habisi mereka. ‘’ perintah ku.
Kudaku menerobos pertahanan barisan depan musuh. Aku merasakan pedang ku bergetar sangat kencang. Merobek badan pasukan Hellville. Satu persatu pasukan ku berjatuhan. Tetapi aku terus menerobos hingga menuju kastil Hellville.
Aku berjalan sangat kencang. Aku tak sadar bahkan aku di kejar sekitar 10 kuda di belakang ku. Karena aku berlari menuju kastil untuk menyelamatkan valerina.
Dari kejauhan, dan petir yang menyambar, terlihat ada tower yang sangat tinggi di samping kastil itu.
‘’ valerina pasti disitu! ‘’ yakin diriku. Aku bergerak kencang menuju tower itu.
*******************************************************
Aku sampai di tower tua itu. Sangat tua, pintu nya pun terbuat dari kayu. Dengan puncak berjendela jeruji besi. Aku yakin valerina disana!
Ku turun dari whitehearnest. Oh, pasukan kuda yang tadi mengejarku, sekarang mereka ada dihadapan ku.
Mereka tertawa tawa melihat tubuh ku yang sedikit kecil ini. Satu persatu mereka mengeluarkan pedang nya.
Ku beri mereka senyuman palsu. Ku tarik nafas, ku tarik juga pedang pemberian Gonward. Ku arahkan kepada mereka. Mereka terlihat kaget melihat pedang ku yang sangat indah. Seperti pedang musafir di tengah gurun pasir.
‘’ haha anak kecil! Kau menyia nyiakan darah mu! ‘’ kata mereka.
Aku memberikan jari tengah kiri ku kepada mereka.
‘’ selamat menikmati darah ku. ‘’ kata ku.
*******************************************************
Satu dari mereka maju kearah ku. Ku segera membentuk posisi sigap. Dia ingin menebas kepalaku dari arah kanan dengan penuh nafsu. Aku tertawakan dia. ‘’ kau meleset, tuan. ‘’ kata ku.
Ku putarkan diri ku ke arah kiri dan kutebas bagian kirinya. Dua dari mereka maju kearah ku. Dan mereka ingin menebas bagian depan ku. Ku jatuhkan diriku ke tanah. Ku meng slide ke belakang mereka. Ku tebas sekaligus dari kanan ke kiri punggung mereka. Mereka yang bertujuh, menghampiri ku langsung. Mereka menggunakan tehnik yang sama dengan temannya yang ku kalahkan. Jelas ku gunakan cara yang sama untuk mengalahkannya. Tiba tiba, satu dari mereka menyikutku dari belakang. Aku terjatuh dan dia menendang pedangku. Aku sangat kesal! Dia menginjak dadaku dengan kakinya sehingga aku menjerit kesakitan.
‘’ tamat riwayat mu ksatria mini heavenville! Hahaha! ‘’
Dari kejauhan, Whitehearnest berlari kearah ku. Dia menabrak lelaki itu sehingga dia tersungkur jatuh ke arah teman mereka. Aku beranjak bangun dari jatuh ku dan mengambil pedangku kembali.
‘’ hei. Terima kasih Whitehearnest. Aku berhutang padamu. ‘’ kataku kepada kudaku.
Ku tebas borgol pintu tower itu. Dan aku beranjak masuk kedalam.
*******************************************************
Aku tiba di dalam tower, ada sebuah suara dari puncak tower itu yang berteriak.
‘’ Alfin? Alfin?! Apa itu kau?! ‘’
Aku segera berteriak membalas teriakan itu.
‘’ valerina! Aku akan keatas sekarang! ‘’
Tiba tiba, ku lihat ada sebuah bayangan yang sangat besar di tembok kiri ku. Disaat aku melihat ke kanan, seorang lelaki dengan wajah penuh codet dan bengis berpakaian penuh pelindung.
‘’ Mati kau! ‘’ kata lelaki itu.
Dia menendangku hingga aku terpental ke ujung tembok.
‘’ Ahhh.. Sial,, kau! ‘’
Lelaki itu meraih kerah leher ku. Dan aku diangkat tinggi tinggi olehnya. Aku berontak untuk melepas genggaman itu. Dia menatap ku tajam dan tertawa.
‘’ Alfin! Kamu tak apa apa?! ‘’ teriak valerina dari atas.
Aku ingin menjawab, tetapi aku tak bisa!
‘’ tenang saja sayang. Pangeran mu tak terluka! Hahaha! ‘’ tertawa lelaki itu puncak tower.
Ku tatap mata nya. Matanya.. Sama persis dengan mata Gonward.
Apakah ini,
Hellward?
‘’ kau. Kau yang bernama Hellward. Iya
Dia melempar ku ke ujung tangga itu. Aku merasakan benturan dan nyeri yang sangat sakit di punggung ku. Aku meronta teriak teriak kesakitan.
‘’ jadi ini ksatria yang diandalkan Gonward? Hahaha! ‘’ dia menendang punggungku.
‘’ jadi kau yang sirik oleh tahta Gonward? Kau lebih mengecewakan daripada aku, Hellward! ‘’
Dia menendang pundakku hingga aku terbalik tersungkur. Mulut ku sudah penuh dengan darah.
Kucoba sekuat tenaga bangun dari jatuhku.. ku ambil pedangku.. dengan tatapan tajam dan mulut yang berlumur darah..
‘’ kau..kau lemah, Hellward! ‘’
Aku berlari ke arah Hellward dengan kondisi sekarat. Ku mencoba tebas dirinya sekuat tenaga ku.
Pedangku mengayun kearah nya. Tetapi aku tak sadar, pedangku tak mengasilkan apapun. Pedang ku tertancap di lantai karena aku meleset. Hellward tertawa senang di depan ku.
Dia menebas perut ku. Hingga aku lemas tersungkur jatuh..
*******************************************************
Aku sudah rapuh. Aku akan kehilangan nafasku.. pandanganku memudar.. ku bisa dengar, seruan pasukan ku telah sukses membersihkan pasukannya.. dan ku lihat, Hellward mengeluarkan kedua pedang panjangnya sambil tertawa kearah ku.
Badan ku sudah tak bisa..
Namun, teriakan valerian yang penuh dengan tangisan.. aku tak bisa mendengarkan itu. Sungguh aku tak bisa!valerina! Hentikan ini semua!
Air mataku mengaliri wajahku.. seakan aku dipastikan tewas.
‘’ Alfin.. ‘’
Suara itu terdengar di pikiran ku.
‘’ siapa.. suara siapa itu? ‘’
Aku memikirkan. Suara apa itu.
‘’ Alfin.. Kau ingat kata kata ayah kepadamu? ‘’
Ayahku. Itu ayahku!
‘’ ayah.. aku tak bisa melawannya.. aku terlalu kecil.. terlalu muda.. ayah.. aku kalah.. maafkan aku. Maafkan aku ayah! ‘’
Tiba tiba, suara ayahku menjadi tegas dan keras.
‘’ kau kalah jika kau tewas! Kau masih bisa bernafas, Alfin! Kau masih bisa memegang pedang! Jangan percaya pikiranmu.. tapi, percayakan KEKUATANMU, ALFIN! Orang orang bergantung padamu sekarang. Lakukan ini demi ayah mu, Alfin. Hancurkan dia! ‘’
Aku tak bisa merasakan apa apa.
Melainkan adrenalin yang sangat memacu dalam hati ku. valerina, bertahanlah..
*******************************************************
Ku buka mata ku kembali. Dengan semangat kekuatan dari ayahku. Ku lihat dengan penglihatan setengah sadar, Hellward hendak menancapkan kedua pedangnya kepadaku.
‘’ Mati kau bocah berandal! ‘’ teriak Hellward.
Ketika pedangnya ingin di tancapkan kepadaku, aku segera berguling kearah kiriku. Ku lihat percikan api akibat pedang Hellward tertancap di lantai tempat aku sekarat tadi.
Ku bangun. Ku ambil dan ku genggam pedangku yang terjatuh.
‘’ tidak secepat itu, hellward! ‘’
Ku buang darah dari mulut ku layaknya membuang ludah.
Inilah duel antara aku dan Hellward.
Aku dan Hellward saling berhadapan dan berputar.
‘’ masih sanggup nyali mu, nak? Haha! ‘’
Ku berikan gigi merah ku dengan darah yang menetes.
‘’ sebaiknya kau cukur jenggot mu dulu. Sebelum kau melawan anak muda. Malu sama penampilan, om! ‘’ provoke dari ku kepadanya.
Hellward, dengan dua pedangnya, diayunkan sekaligus di depan ku. Tak ada celah kecil untuk menghindar.
Ku tangkis kedua pedangnya dengan pedang suci ku. Ku terdorong mundur akibat tenaga nya.
Ku terpojok di sudut tembok dengan pedang masih beradu dengan pedang Hellward.
‘’ Segini saja kemampuan mu, anak muda? ‘’ sinis Hellward kepadaku.
Ku gelengkan kepalaku kearahnya.
Aku ingat sedikit tehnik capoera. Ku dorong Hellward sekuat tenaga, sekuat tenaga! Hingga dia terdorong kebelakang. Ku lepas aduan pedang itu. Hellward sedikit jengkel akibat itu. Ku rasakan aliran darah di perut ku masih mengalir akibat tebasan itu. Kurasakan sakit yang semakin perih akibat ini.
Belakangku, terdapat box tua sedikit besar. Aku sudah siapkan rencana dengan matang.
‘’ kau terjebak. Haha! Akan ku dalamkan pedangku kedalam perutmu!’’
Aku tertawa mendengar perkataan nya. Dan aku mengayunkan tangan kanan ku kepadanya.
‘’ coba saja jika kau bisa.. ‘’
Hellward dengan percaya diri berlari kearah ku dengan pedang siap di depannya. aku, mencoba menyembunyikan rencana ku. Ketika Hellward hampir tiba di depanku, ku menghadap belakang, ku tapaki ujung box itu, dan aku melompat sekuat dan setinggi mungkin melewati kepala Hellward! Hellward tak percaya aku melakukan ini.
Aku berada di belakang Hellward sekarang, ku keluarkan pedangku lagi dari sarung, dan ku tebas bagian belakangnya.
‘’ AAHHHH! SIAAAAAAL! ‘’
Jeritan Hellward memecahkan kesunyian. Perlahan lahan.. dia hilang keseimbangan.
Dan dia, terjatuh. Tergeletak di depan ku. Darah mengalir dari belakang punggung nya.
Ku buang pedangku kesamping. Ku lepaskan helm besi ku.
‘’ aku menang.. menang.. ‘’ desah ku yang tak kuat berdiri.
*******************************************************
‘’ Alfin! Apa yang terjadi dibawah?! Aku melihat Gonward dan pasukan mu menuju kemari untuk membantu mu! ‘’ jeritan valerina kepadaku.
‘’ baik,,baiklah.. aku menuju.. ke atas seka,,rang.. ‘’
Aku tak bisa bertahan lebih lama akibat luka tebas ini.
Ku berlari. Terus berlari ke puncak tower. Terus berlari meskipun aku jatuh berkali kali dan tak mampu berdiri.
Tibalah. Aku melihat valerina. Memakai gaun tahanan dan dia menangis bahagia melihat ku menyelamatkan nya.
‘’ Alfin syukurlah kamu baik baik saja! ‘’ Tangis valerian kepadaku.
‘’ ahh aku tak apa apa.. menjauhlah dari pintu, valerian .. ‘’
Ku tebas borgol yang merantai selnya. Ku dorong pintu besi itu hingga terbuka.
Valerian menangis bahagia. Dia memelukku dengan hangat. Inilah pertama kali ku rasakan hangatnya pelukan seorang perempuan yang menyayangi ku.
Ku merasakan langkah kaki seseorang dari bawah menuju puncak tower. Dan sepertinya sangat ramai.
Dan benar. Itu Gonward dan pasukanku. Gonward langsung berlari kearah valerina dengan penuh haru.
‘’ valerina! Bersyukur kau baik baik saja! Aku merindukan mu, anakku.. ‘’
Suasana makin membaik sekarang. Gonward. valerina. Mereka berpelukan. Aku, berdiri di depan mereka. Kedamaian menyelimuti heavenville, dan mereka sekarang. Tak ada lagi peperangan.
Inilah yang mereka inginkan. valerina tak akan sedih lagi. Keinginan Gonward sudah terpenuhi setelah perdamaian ini.
*******************************************************
Aku tak akan menganggu momen mereka. Aku, beranjak turun dari tower. Menapaki tangga.
Hingga tiba diriku di depan pintu tower.
Ku hela nafas lega dari dadaku. Ku buka pintu tower itu.
Matahari menyambutku setelah badai petir itu datang meramaikan suasana perang.
Pasukan ku, beramai ramai bergembira di depan tower. Dan menyerukan nama ku. Mereka mengangkat senjata mereka bergembira ria.
Aku berdiri di depan mereka. Memberikan senyuman kemenangan akan peperangan ini.
Cerita yang sangat indah. Ku lihat matahari hendak terbenam. Ending yang sangat indah.
Ku rasakan, ada tangan yang lembut dan hangat sedang menggenggam tangan kananku.
valerina. Dia tersenyum kepadaku. Dia menggandeng tangan ku.
‘’ Jika bukan karena kamu, kita tak akan terselamatkan, Alfin. ‘’
valerina mencium pipiku. Aku merasakan hati yang penuh dengan kebahagiaan sekarang.
Gonward, menepuk pundak kiri ku.
‘’ Alfin, aku sangat bangga mempunyai ksatria sepertimu. ‘’ Puji Gonward kepadaku.
Ku keluarkan pedangku. Ku letakkan di kedua tangan ku.
‘’ Gonward, aku kembalikan pedang ini untukmu. Terima kasih, kamu telah membina ku. ‘’
Aku bertekuk lutut memberikan pedang penuh darah ini kepada Gonward.
Akhirnya, kami semua kembali ke heavenville. Untuk merayakan.
*******************************************************
Ku kenakan piyama merah ku kembali usai salin di kamarku. Ku sisir rambut ku dan ku gunakan style spike agar terlihat menawan di depan valerina. Dan aku beranjak keluar dari kamar.
‘’ Alfin, kita pergi memetik cherry yu. ‘’ ajak valerina kepadaku.
Aku tak tahu alasan apa yang membuat nya mengajakku untuk memetik.
‘’ loh buat apa rin? ‘’
valerina menempelkan telunjuk nya ke bibirku.
‘’ aku masih berhutang kue pie cherry kepadamu
Aku tersenyum sendiri. Ku tarik tangan valerina dan menuju ‘garasi’ nya Whitehearnest.
‘’ dengan senang hati permaisuri ku. ‘’
Sesampainya di ‘garasi’ Whitehearnest, ku tunggangi kudaku. Dengan valerina di belakang dan merangkul tubuhku.
‘’ pegangan yang kuat cantik! ‘’ kataku kepada valerina.
Whitehearnest langsung berlari keluar pintu istana dengan jeritan kaget valerina karena Whitehearnest langsung berlari.
*******************************************************
Kulihat rembulan di langit langit. Dengan burung burung yang berterbangan di langit malam.
Kita mentelusuri rerumputan. Dan akhirnya, kami tiba di pinggiran sungai yang terdapat banyak sekali pohon cherry, dan bunga bunga indah di sekitarnya.
Ku raih tangan valerina untuk turun dari kuda.
valerina menghirup udara malam. Dia berlari kearah bunga bunga itu dan bertiduran diatas nya.
‘’ Alfin, di tempat inilah aku mengistirahatkan pikiran ku. ‘’ Senyum valerina kepadaku.
‘’ pantas kamu selalu menaruh bunga mawar di kamar ku. Ternyata itu petikan kamu disini ya hahaha. ‘’ tawa aku kepadanya.valerina langsung menarikku dan aku jatuh tertidur bersama nya di atas ladang bunga itu.
Kami tertawa tawa bersama pada malam itu. Kami menatap Rembulan yang sangat indah. valerina memasangkan bunga di telinga ku. Tapi valerian lari ketika aku ingin memasangkannya.
Dan kami pun beristirahat di bawah pohon Cherry.
*******************************************************
Kami berdua menikmati indahnya malam. Kami saling bersandar ke pundak.
‘’ valerina.. ‘’
‘’ Ya Alfin? ‘’ jawab valerina dengan nada rendah.
Ku genggam tangannya. Sambil kami saling menyender.
‘’ kamu tahu aku menyayangi mu? ‘’
Ku ungkapkan yang sebenarnya kepada valerina.
valerina, mendekatkan dirinya kepadaku lebih dekat. Dan dia mencium pipi ku.
‘’ aku sayang padamu lebih aku menyayangi diriku sendiri, Alfin.. ‘’
Dia merangkul tanganku, dan memejamkan matanya. Seakan, dia tak mau lepaskan tanganku.
Ku rangkul dirinya malam itu. Dibawah Rembulan malam. Hingga kunang kunang, bulan, burung dan bunga, menjadi saksi pernyataan cintaku kepadanya.
valerina, aku sayang padamu.
Aku duduk tersenyum memandangi malam. Dengan valerina tertidur di bahuku. Sesekali aku memikirkan rumah. Keluarga ku. Hingga awal sampai akhir ceritaku disini. Semua nya begitu indah.
Tiba tiba, dada ku, menjadi nyeri. Entah. Nafasku menjadi sesak sekarang. Ku rasakan detak jantungku, sangat berdetak cepat.
Ku beranjak bangun dari ketenangan di bawah pohon. Aku mencoba berdiri dan berjalan..
Sangat sakit. Dada ku sangat sakit.. Jantungku berdetak sangat cepat.. ku usap hidungku, bahkan sudah mengeluarkan darah.
Dan tiba tiba, aku kehilangan keseimbangan pada kaki ku. Dan aku terjatuh di tengah ladang bunga itu.
valerina, terbangun mendengar suara ku terjatuh dan terkapar tak berdaya. Valerina langsung berlari kearah ku dan memegang tanganku.
‘’ Alfin kamu kenapa?!
Kurasakan, suara yang begitu manis dari mulutnya, menjadi terdengar sangat kecil.
valerina sangat ketakutan melihat aku yang terkapar setengah nyawa.
‘’ Tunggu disini, Alfin! Ku panggil tabib di dalam istana sekarang! ‘’
valerina hendak meninggalkan aku di ladang ini. Namun, ku tarik lengan baju nya.
‘’ tidak usah,, valerina.. ‘’ kataku kepadanya dengan tersenyum.
Ku lihat air mata nya mulai mengalir membasahi pipinya. Dan dia jatuh berlutut di samping ku.
‘’ sebenarnya kamu kenapa alfin.. kamu kenapa!! Aku mohon bertahan sampai aku memanggilkan tabib! Aku mohon! ‘’
Ku tersenyum padanya. Dan mengelus pipinya.
‘’ bukan.. bukan begitu.. mungkin ini saatnya aku pulang, valerina.. ‘’
Jujur aku kepadanya. valerina semakin histeris dengan tangisannya. Dia menggoyang goyangkan lengan tangan ku.
‘’ ini rumah mu Alfin! Kamu tak akan meninggalkan kami! Kamu tak akan meninggalkan aku.. ku mohon.. ‘’ tangis valerina kepadaku.
‘’ valerina.. rumahku bukanlah disini.. aku hanya terbawa dunia mimpi.. rumahku, berada di alam
‘’ aku tak peduli! Ini mimpi atau nyata! Karena kamu nyata bagiku Alfin.. Aku tak mau menjadi imajinasi.. aku ingin hidup bersama mu.. ku mohon..’’ dia menangis di atas wajahku. Kurasakan air mata nya jatuh membasahi pipiku.
Ku pegang pipinya. Ku rasakan lembut rambutnya..
valerina..
Aku hanya ksatria untukmu..
Aku hanya pedang untuk melindungimu..
aku hanya datang.. dan aku akan pulang..
valerina..
Kamu bisa rasakan tanganku?
Kamu bisa rasakan hati ku?
Hati ku ingin sekali hidup bersama mu..
Tanganku ingin sekali menggenggam tanganmu..
Tapi, valerina,
Kita terpisah dua alam..
Kita terpisah akan takdir..
Kita akan terpisah di dalam kehidupan..
Namun valerina..
Apa yang aku lakukan untuk mu hingga sekarang,
Apakah cukup untuk membuktikan aku sayang padamu?
Inilah yang bisa aku berikan untukmu..
Ku berikan nyawa ku untuk menyelamatkan mu..
Ku berikan hatiku untuk mencintaimu..
Ku berikan raga ku untuk dimiliki mu..
Percayalah Jessica..
Kita berdua, akan hidup bahagia..
Masing masing..
Tak akan ada yang sia sia..
Mungkin aku akan kehilangan nyawa ku..
Tapi aku tak akan kehilangan cinta mu..
Karena aku yakin,
Mencintaimu..
Adalah akhir yang paling indah sebelum ku pulang..
valerina menangis. Menangis menggunakan hatinya yang terdalam. Dia menyentuh dadaku. Dengan air mata nya jatuh dibawah diriku yang akan pulang.
aku tak mau kamu pergi!
Tidak! Tak akan pernah merelakan mu..
Jika kamu ksatria untukku, jadikan aku perisaimu untuk melindungi mu dari segala bahaya untukmu..
Jika kamu pedang untukku, tancapkan pedangmu padaku.. sehingga kamu tak akan mencabutnya..
Sungguh.. aku merasakan hati mu.. merasakan tangan mu.. aku merasakan hangat nya cinta mu kepadaku.. sehingga hati ini tak ingin lepas dari mu..
Dan jika aku adalah hidupmu, maka hiduplah bersamaku...
Dan jika kita terpisah, berjanjilah padaku untuk pulang..
Dan jika aku hanya mimpi mu, jadikanlah aku mimpi terindah mu..
Lebih baik aku kehilangan segalanya, untuk mendapatkan mu..
Lebih baik aku kehilangan nyawa ku untuk hidup bersama mu..
Aku mengerti.. sangat mengerti.. kamu rindu rumah mu.. begitupula aku yang akan merindukan mu..
Aku akan menunggu mu disini Alfin.. menunggu mu bermimpi kembali.. aku ingin bersama mu..
Berjanji lah.. jangan lupakan kenangan indah kita dan kami.. Alfin, kamulah ksatria dunia mimpi.. meskipun, ini bukan mimpi bagiku.. Alfin.. aku mencintai mu..
Aku merasakan. Nyawaku diangkat. Mulai dari kaki, perlahan hingga seluruh badanku.
Kurasakan hembusan angin malam menusuk leherku. Ku rasakan air mata nya masih menetes diatas pipi ku.
Perlahan, mata ku tertutup.. jantungku sepertinya berhenti..
Wajah valerina.. teriakannya.. pudar dari pandangan ku.
Menjadi sangat gelap.. aku sadar dan aku tahu.
Aku pulang.
valerina, aku mencintai mu..
*******************************************************
‘’ hahhh… ‘’
Aku terbangun dari kasurku. Matahari pagi sudah menyambar badanku yang penuh dengan keringat dingin dan wajah yang pucat. Ku pegang seluruh badan ku. Sudah tak ada lagi luka luka tebas, codet di badan ku dan lain lain.
Aku sudah pulang. Dan memang semuanya hanya mimpi.
Aku beranjak ke kamar mandi. Bahkan aku tak sadar bahwa aku menangis.
Ku buka pintu kamar mandi ku.. ku menapak menuju wastafel. Wajah ku sangat menyedihkan di depan kaca itu. Aku mengelus dada, karena semua nya sudah berakhir.
*******************************************************
‘’ wah, ayah dulu sempat jadi ksatria dong. ‘’ kata anakku.
‘’ ah itu
Ku beranjak ke sisi pintu. Ku matikan lampu kamar anakku. Anakku menatapku dengan wajah mengantuk.
‘’ selamat malam, ayah. ‘’
Ku berikan dia senyuman dan salam tangan.
‘’ selamat malam ksatria kecil ku. ‘’
Ku tutup pintu kamar nya.
Sekarang, aku melihat rembulan yang sama ketika aku bersama valerina.
valerina, Gonward, terima kasih. Aku sudah menjadi pribadi yang baru sekarang. Berkat mu, aku dapat membina hidupku menjadi yang lebih baik dan mandiri. Aku bahkan sudah mempunyai keluarga.
Bagaimana dengan valerina? Apakah dia sudah mempunyai suami? Aku harap, kamu dapat menjaga nya lebih erat, Gonward.
The End
Tidak ada komentar:
Posting Komentar